Essay Motivasi Diri



Assalamualaikum Wr. Wb

        Perkenalkan nama saya Dzulfiqar Wira Pratama, lahir di Mojokerto pada 14 Juni 2002. Tahun 2009 saya pindah dari Mojokerto ke Pasuruan dikarenakan ayah saya pindah tempat kerja. Tahun berikutnya, tahun 2010, saya kembali ke Mojokerto bersama Ibu saya. Setelah lulus SD pada 2014, saya pindah ke Ponorogo untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Setelah menyelesaikan jenjang pendidikan SMA, saya memutuskan untuk ikut SBMPTN untuk melanjutkan pendidikan saya ke jenjang perguruan tinggi. Saya mengikuti SBMPTN karena saya tidak masuk kuota SNMPTN sekolah dan saya tidak ingin membuat orang tua saya mengeluarkan banyak uang untuk kuliah saya melalui jalur mandiri. Pada 14 Agustus 2020, saya diterima di jurusan Psikologi UB pada melalui jalur SBMPTN.

Dalam perjalanan hidup saya, saya melewati banyak hal yang menghambat saya untuk melangkah maju. Pada SD saya mengalami pembully-an dari teman sebaya saya. Selain itu, saat kelas 2 sd saya pindah sekolah dan hal itu menjadi tantangan dimana saya harus menyesuaikan perilaku daya dengan lingkungan baru. Selain itu, selama saya bersekolah mulai SD hingga lulus SMA saya selalu jauh dari ayah saya. Beliau hanya pulang setiap hari Sabtu untuk bertemu pada dengan keluarganya dan berangkat kerja kembali pada hari Minggu. Saya juga mendapat tantangan lagi ketika saya lulus SD dan pindah ke Ponorogo untuk melanjutkan sekolah ke tingkat SMP. Kali ini selain saya tinggal di lingkungan yang baru, saya juga jauh dari Ibu saya yang selama SD selalu menjaga saya dan saya jadikan sandaran ketika saya ada masalah. Selain itu pada 2015, kakek saya yang kala itu tinggal bersama saya di Ponorogo meninggal.

Dalam melewati masalah – masalah tersebut, selain dukungan dari orang lain disekitar saya, tentunya saya sendiri harus mampu memotivasi diri saya sendiri. Hal tersebut sudah sering saya lakukan sejak di bangku SD ketika saya harus pindah ke Pasuruan, kala itu saya merasa bahwa saya tidak ingin ikut pindah karena saya tidak mau bertemu teman baru. Saya lalu membuang perasaan enggan itu dengan berpikiran bahwa saya bisa bertemu ayah saya setiap hari. Kemampuan menerima dan berdamai dengan diri sendiri juga berandil besar ketika saya pindah ke Ponorogo untuk melanjutkan sekolah saya. Kala itu, muncul perasaan bahwa orang tua saya tidak menyayangi saya dan memutuskan untuk menjauhkan saya. Perasaan itu diperkuat dengan lahirnya adik kedua saya tepat sebelum saya pindah ke Ponorogo. Perasaan itu menghambat belajar saya selama kurang lebih 1 bulan awal di SMP. Perasaan itu saya lawan dengan mengingat kembali alasan utama saya pindah ke Ponorogo, yaitu karena tingkat pendidikan SMP di Ponorogo lebih baik di Mojokerto dan dapat menunjang saya kedepannya. Selain itu, saya juga dapat belajar untuk hidup lebih mandiri dengan hidup jauh dari ibu saya, dimana sebelumnya saya selalu mengandalkan Ibu saya untuk segala macam keperluan saya. Lambat laun, saya dapat menerima kenyataan dan berdamai dengan keadaan saya kala itu. Saya juga mengobati kerinduan saya dengan Ibu dan keluarga saya di Mojokerto dengan pulang ke Rumah saya sebulan sekali. Saya juga memotivasi diri saya sendiri ketika dipilih menjadi ketua Rohis di SMA saya. Saya yang tidak mempunyai pengalaman memimpin tiba – tiba dihadapkan dengan dunia baru berorganisasi. Saya mau tidak mau mendorong diri saya agar mau belajar sambil tetap bergerak maju, selain meminta tolong kepada orang – orang di sekitar saya terhadap masalah yang saya hadapi. Kala itu, pikiran bahwa saya tidak mampu memimpin dengan baik saya lawan dengan pikiran bahwa saya sudah dipercaya banyak orang bahwa saya mampu memimpin dan sudah selayaknya saya juga percaya pada kekuatan diri saya untuk mampu memimpin orang lain.

Kemampuan untuk dapat memotivasi, menyayangi, dan menerima diri sendiri berandil besar untuk setiap individu dalam menjalani kehidupan agar dapat selalu maju. Ada kalanya kita sendiri dan tidak mempunyai orang lain di sekitar kita untuk memberi semangat dan saran, dan saat itulah motivasi diri sendiri yang menjadi jalan keluar untuk melewati masalah – masalah kita. 
Sekian dari saya
Wassalamualaikum Wr. Wb.


Komentar