Tantangan persatuan dan kesatuan
bangsa
Persatuan dan kesatuan bangsa merupakan
cita – cita yang ingin dimiliki setiap bangsa dan negara yang ada di dunia. Persatuan
dan kesatuan membawa arah negara menjadi satu arah untuk setiap penduduknya
yang membuat antara pemangku kekuasaan dengan masyarakat menjadi satu pandangan.
Persatuan dan kesatuan membawa arah pembangunan negara menjadi semakin mudah
untuk berkembang dengan tidak adanya pertentangan antara pihak satu dan yang
lainnya terkait arah pembangunan. Adanya persatuan dan kesatuan bangsa juga berdampak
baik terhadap sisi pertahanan dan keamanan negara dimana berkurangnya konflik
internal masyarakat negara tersebut yang biasanya dapat terjadi karena
perbedaan ras, agama, warna kulit dan yang lainnya menjadi hamper hilang dan
tidak ada karena setiap masyarakatnya memiliki rasa persatuan dan kesatuan yang
dimana rasa tersebut tidak memandang rupa fisik seseorang.
Namun, tidak semua
negara memiliki apa yang dijelaskan diatas, tidak semua negara di dunia
memiliki yang Namanya rasa persatuan dan kesatuan yang tinggi. Hal tersebut
dapat mengakibatkan terjadinya perlambatan pembangunan negara tersebut yang
dikarenakan ketidak sesuaian pandangan antara pemangku kekuasaan dengan para
masyarakat yang membuat pembangunan dapat terhenti hingga kedua pihak menemukan
jalan tengah. Lebih buruknya lagi, tidak adanya rasa persatuan da kesatuan dalam
suatu negara dapat berujung pada terjadinya konflik internal baik yang berskala
kecil seperti perkelahian antara ras di suatu daerah kecil di negara tersebut,
konflik internak besar seperti munculnya keinginan untuk memisahkan diri dengan
negara karena merasa golongan mereka tidak sama atau tidak “satu” dengan golongan
lain yang ada di negara tersebut. Konflik rasa ingin memisahkan diri tersebutlah
yang dapat memicu terjadinya pemberontakan besar yang dapat berujung pada perang
persaudaraan suatu negara yang merupakan salah satu scenario terburuk yang harus
dihadapi oleh pemerintah negara tesebut
Lalu, bagaimana
dengan Indonesia? Negara besar yang secara geografis merupakan negara kepulauan
ditunjukkan dengan koleksi kepulauan yang ada di Indonesia yang mencapau
puluhan ribu pulau. Hal tersebut tentunya menunjukkana adanya tantangan tersendiri
untuk negara Indonesia auntuk dapat memiiki rasa persatuan dan kesatuan. Beberapa
hal atau faktor yang menurut saya dapat menjadi sebuah tantangan dan kesatuan
bangsa di Indonesia dapat saya bagi menjadi 3 faktor utama, yaitu tantangan
geografis, tantangan sosial dan tantangan eksternal.
Untuk yang pertama
adalah tantangan geografis. Yang saya maksud tantangan geografis adalah fakta
bahwa selain Indonesia yang merupakan negara kepulauan, Indonesia merupakan negara
yang luas dimana luas perairannya lebih luas daripada luas daratannya, yang
berarti pulau pulau di Indonesia memiliki posisi yang cukup menyebar. Hal tersebut
menunjukkan bahwa adanya tantangan pemerintah Indonesia apabila mereka ingin menumbuhkan
rasa persatuan dan kesatuan, dimana pusat pemerintahan di Indonesia Sebagian besar
hanya berpusat pada satu pulau. Fakta tersebut menunjukkan adanya error dalam
poin kesatuan di Indonesia dimana kekuasaan pemerinatahan yang hanya berfokus pada
satu pulau dalam suatu negara kepulauan memiliki arti bahwa pulau lain memiliki
nasib yang tidak sama dengan pulau pulau lain yang lebih dominan, yang
menunjukkan bentuk ketidaksatuan. Selain itu, bentuk geografis Indonesia juga akan
menyulitkan usaha atau upaya – upaya yang akan dilakukan pemerintahan untuk
mengembalikan rasa kesatuan tersebut dengan mendistribusikan baik pangan maupun
infrastuktur yang dikarenakan kendala pulau – pulau yang menyebar. Ambil contoh
untuk proses membangun sebuah stadion di kota besar tidak memakan waktu kebih dari
3 tahun untuk jadi, namun dapat memakan waktu hingga 10 tahun untuk pulau lain
yang terpenci atau menyebar yang dikarenakan transportasi bahan banguanan dari
kota besar yang akan meamakan waktu lebih lama
Lalu, untuk yang
kedua yang saya sebutkan adalah tantangan sosial. Seperti yang kita ketahui bahwa
negara Indonesia selain memiliki banyak pulau, follow up dari fakta tersebut adalah
banyaknya suku yang ikut tumbuh di pulau – pulau tersebut. Kendala yang dihadapi
maka akan berbentuk sama seperti pada tantangan geografis, yang membedakan
adalah dengan banyaknya suku, maka tentu menunjukkan banyaknya sudut pandang
yang dimiliki masyakarat di Indonesi yang apabila tidak dikelola dengan baik hanya
akan menimbulkan konflik – konflik kecil yang diakibatkan oleh pergesekan –
pergesekan budaya di Indonesia. Contoh tragis dari tantangan ini adalah contoh
riil dari kejadian tragedy poso pada tahun 2000 dimana kelompok sosial orang –
orang yang beragama Kristen melalukan pembantaian pada kelompok sosial yang berbeda
dengan mereka, dalam kasus ini adalah warga muslim disekitaran daerah poso. Kejadian
ini merenggut nyawa ratusan orang. Kasus tragedi poso menunjukkan bahwa tantangan
sosial di Indoenesia walaupun diakibatkan oleh Sebagian besar tantangan geografis,
memiliki dampak yang lebih berbahaya yang menunjukkan bahwa pemerintah harus
menuangkan perhatian lebih dalam kasus ini, terlebih dengan mendekatnya pesta
politik 2024
Lalu yang terakhir adalah tantangan
yang muncul berupa gangguan dari eksternal atau yang saya maksud adalah
gangguan gangguan negara besar yang mengininkan negara Indoneisa untuk berada
dalam konflik yang membuat mereka memiliki celah untuk menanamkan idealism mereka
pada masyarakat Indoneisa. Selain itu hal simple yang termasuk dari tantangan
eksternal adalah fenomena globalisasi yang membuat seakan akan perbatasan di
dunia mulai berkurang yang membuat negara – negara atau masyarkat menjadi lebih
global. Hal ini akan menjadi baik apabila yang pertama warga Indonesia tetap
dapat meiliki sikap teguh untuk melestarikan budaya sendiri ketimbang budaya luar.
Apabila terciptanya sebuah masyarkat lain yang tidak melestarikan budaya tentunya
menunjukkan adanya perbedaan pandangan kembai antar warga negara Indonesia yang
ingin budaya tetap lestari dengan mereka yang membuka tangan mereka lebar lebar
pada budaya asing. Yang kedua adalah globalisasi akan menjadi baik apabila
dampak nya terdistribusi secara adil dan rata kepada seluruh Indonesia yang dimana
saya katakana sebelumnya merupakan sebuah tantangan lain untuk meciptakan persatuan
dan kesatuan di Indonesia. Dengan tidak ratanya pendistribusian dampak globalisasi
tentunya akan membuka kesemptan terjadinya kesennjangan sosiak yang merupakan contoh
lain dari tantangan kedua yang saya sebutkan.
Pandangan sya mengatakan
beberapa solusia yang dapar dilakuka first and foremost adalah membuat
transportasi antar pulau lebih mudah dan leluasa serta lebih aman dan efisian
yang dapat membantu pendistribusian di Indoneisa lebih manageable dan dapat menjadi
jawaban untuk tantangan no 1 yang saya sebutkan. Lalu untuk solusi dari tantangan
kedua menurut saya kemnali kepada setiap individu masing masing yang dapat
menilai bagaiamana sebaiknya solusi tersebut. Hal hal lain yang dapat dilakukan
adalah dengan terbentuknya transportasi yang memadani, kita menyatukan orang
orang di kota besar dapat pergo kota kecil. Yang terakhir adalah tantangan ketiga
dimana satu satunya solusi adalah melawan intervensi tersbut dengan penguatan
moral bernegara dan mengajarkan initi dari persatuan dan kesatuan kepada
masyarakat – masyarakat di Indonesia agar mereka mampu untuk menghadapi gangguan
– gangguan, intervensi, atau hanya sekedar plot yang dilontarkan negara lain untuk
mencipatakn kegaduhan internal seperti yang mereka harapkan. Dari solusi –
solusi diatas tentunya ada solusi lain yang mungkin lebih baik, yang saya lakukan
hanyalan membagikan opini saya.
Komentar
Posting Komentar